Skip to main content

SAJAK: Senja, Rindu, dan Candu

05:40 WIB

Senja dan Langit.

Mereka selalu berdampingan.

Walau senja hadirnya hanya singgah sebentar.

Namun kehadirannya selalu ada.

Pada pagi yang dingin.

Dan petang menjelang malam.

Dua waktu yang selalu ditunggu-tunggu.

Dinginnya yang selalu menjadi candu.

Menjelma dan mengendap diam-diam menjadi sebuah rasa rindu yang menusuk kalbu.

.

Katanya:

"Aku lebih suka senja di pagi hari daripada senja di sore hari, karena kedatangannya yang selalu dinanti dan kepergiannya yang tak pernah diingini." Ucap mereka.

Lebih tepatnya, aku lebih suka menyambut kedatangannya daripada harus melepas kepergiannya.

"Lagian senja di pagi hari lebih menghangatkan daripada senja di sore hari yang membuatku menggigil membeku karena dinginnya dirinya." Tambahku.

.

Senja dan langit memang hanya sementara.

Namun mereka selalu ada selamanya....

.

Guten Morgen untuk wilayah Ar-Fachruddin dan sekitarnya...




Comments