Skip to main content

SAJAK: Titik Nol

Malam semakin larut

Angin dingin mulai kembali menyapa lewat jendela

Berusaha mengetuk jendela kaca 

Sekaligus berupaya mengetuk pintu hati


Tanpa ia sadari,

Dinginnya yang ia bawa untuk menyapa

Telah membekukan pintu hati

Rapat... rapat...

Tak terbuka.


Hujan mulai turun

Menjadi teman setia menghabiskan malam

Mata yang berkaca-kaca

Dan hati yang mulai hampa


Kosong... 

Lengang....

Sepiii...

Sedu dan Sedan.


Dunia kembali pada titik Nol

Pada Duniaku, lebih tepatnya.


Malang,

Maret 2021...

Comments